KKN Unisri Sosialisasikan Sistem Pembukuan Warung Desa Di Gondangrejo

LINTAS1, KARANGANYARPandemi covid-19 berdampak pada semua sektor. Tidak terkecuali para pedagang warung di desa. Melihat kondisi yang demikian mendorong salah satu peserta KKN Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melakukan sosialisasi sistem pembukuan sederhana kepada para pedagang warung desa.

Kegiatan dilakukan di desa Kedunggong, Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar oleh salah satu peserta KKN Unisri dari Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi yang tergabung dalam grup 22, Dikki Kustiana dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Avisema Sigit S, SP, MP. Sosialisasi dilakukan mulai Jumat (7/8/2020) sampai beberapa hari ke depan.

“Sosialisasi sistem pembukuan sederhana untuk para pedagang warung desa di masa pandemi ini, perlu dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menyelenggarakan pembukuan bagi pedang warung desa. Mengingat seringnya kasus di mana tercampurnya keuangan pribadi dan keuangan modal usaha warung para pedagang. Akibatnya sering muncul kasus, pedagang kehabisan modal untuk membeli ulang persediaan barang dagangannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dikki Kustiana, memaparkan, “Hal ini akan menjadi masalah serius di masa pandemi, jika pedagang warung kehabisan modal akibat tidak adanya kontrol pembukuan keuangan warungnya. Tidak menutup kemungkinan usahanya akan gulung tikar.” .

Sistem pembukuan yang disosialisasikan, Dikki Kustiana, sederhana dan tidak rumit agar memudahkan para pedagang warung dalam menerapkannya.

“Dibuat sedemikian rupa agar pedagang warung tidak mengeluh rumit dan mau menerapkan sistem pembukuan pada warung mereka,” tandasnya.

Para pedagang warung yang didatangi satu persatu saat sosialisasi menyambut gembira langkah yang dilakukan KKN Unisri untuk terjun langsung ke desa-desa. Sepintas materi yang disampaikan nampak sepele, namun sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.