Keep Strong – Stay Healthy! Prodia Seminar Nasional Kesehatan Wanita

Dr dr. Arief Nurudhin, Sp.PD-KR, FINASIM saat menyampaikan materinya di seminar nasional Keep Strong – Stay Healthy!  di Ballroom Hotel Harris Solo. Minggu (12/8/2018)

LINTAS1, SOLO – Penyakit autoimun, kanker serviks serta kanker ovarium merupakan sebagian gangguan kesehatan yang mengancam kaum hawa dengan angka kejadian yang semakin meningkat.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyakit tersebut. Seminar Nasional Kesehatan Wanita “Keep Strong – Stay Healthy” bersama Prodia sebagai edukasi mengetahui secara dini penyakit tersebut.

Di usia 45 Tahun Prodia Widyahusada Tbk Solo menyelenggarakan seminar tersebut di Ballroom Hotel Harris, Minggu (12/8/2018), dan menjadi kota terakhir dari delapan kota di seluruh lndonesia yang dimulai pertama kali di Kota Bogor.

Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut.

Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang sering kita dengar dengan sebutan penyakit lupus dan Rheumatoid arthritis atau yang biasa kita kenal dengan rematik.

Padahal sebenarnya terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus yang memiliki angka kejadian mencapai O,5 % dari total penduduk, Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria.

Hadir sebagai pembicara utama Dr dr. Arief Nurudhin, Sp.PD-KR, FINASIM yang memaparkan seputar patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis, pencegahan dan pengelolaan hingga untuk nutrisinya. Regional Product Executive Prodia Novi Astuti, MSc. Apt., yang menyampaikan seputar peranbiomarker dalam penegakan diagnosis autoimun serta pemeriksaan pendukung.

Masyarakat agar dapat mengetahui informasi seputar penyakit autoimun agar dapat diketahui sejak dini, “Autoimun menjadi penyakit yang penyebabnya multifaktorial, meliputi kecenderungan / bakat genetik, penyimpangan respons imun berupa kecenderungan respons inflamasi terhadap faktor-faktor lingkungan seperti infeksi, stress, paparan sinar ultra violet, merokok, diet dan defisiensi nutrisi tertentu,” ujar Dr dr. Arief Nurudhin

Beberapa penelitian membuktikan bahwa, defisiensi vitamin D merupakan salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit ini, “Saya rasa masyarakat belum banyak yang tahu tentang hal ini. Oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi seputar autoimun ini. Mulai dari faktor risiko, bagaimana pencegahannya, deteksi gejala klinis, hingga pengelolaan penyakit bagi mereka yang memang sudah terdiagnosis,” paparnya.

peserta seminar nasional prodia

Beberapa penelitian menemukan bahwa penyakit autoimun berhubungan dengan kekurangan vitamin D. Disebutkan bahwa kadar vitamin D pada pasien autoimun umumnya rendah.

Di Indonesia prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 45 – 55 tahun adalah sekitar 50%. Penelitian di Indonesia dan Malaysia menemukan defisiensi vitamin D sebesar 63% terjadi pada wanita usia 18 – 40 tahun.

Sedangkan penelitian pada anak 1 – 12,9 tahun, ditemukan 45% anak mengalami insufisiensi vitamin D. Oleh karena itu pemantauan kecukupan vitamin D dalam tubuh perlu dilakukan.

Sementara, Regional Product Executive PT. Prodia Widyahusada Tbk. Novi Astuti mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. Selain pemeriksaan laboratorium untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun.

“Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagi individu yang bergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan lain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh,” jelas Novi.

Menurut Reskia Dwi Lestari selaku Marketing Communications Manager PT. Prodia Widyahusada, Tbk. Bahwa sebagai laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, serta gencar dalam edukasi P4 medicine, salah satu di antaranya adalah preventive medicine.

Prodia merasa perlu turut andil untuk melakukan tindakan maupun kegiatan yang mendukung terwujudnya tindakan preventif di tengah masyarakat, “Saat ini tindakan preventif itu perlu dilakukan oleh kita masyarakat umum agar dapat terhindar dari risiko terburuk sebuah penyakit. Diperlukan informasi dan juga semacam ajakan dari para dokter kepada pasien ataupun instansi kesehatan seperti kami, Prodia, kepada para pelanggan, agar kita mulai membiasakan diri untuk melakukan tindakan preventif terhadap penyakit,” lanjut Reskia.

“Seminar nasional merupakan event tahunan yang diselenggarakan Prodia sebagai wadah edukasi kepada masyarakat. Dalam seminar nasional ini Prodia mengangkat tema seputar penyakit yang memang perlu mendapat perhatian masyarakat agar dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini,” papar Maria Diah Fibriani, Branch Manager Prodia Solo saat membuka seminar. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.