Rektor Univet : Produk Hasil KKN Layak Jual !

Rektor Univet Prof Ali Mursyid melakukan peninjauan pameran produk hasil KKN periode II 2018.

LINTAS1, SUKOHARJO – Rektor Univet Bantara Sukoharjo Prof Ali Mursyid mengaku bangga dengan progres pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Univet Bantara Sukoharjo. Seluruh kelompok berhasil membuat perubahan dan manfaat ekonomi untuk desa yang ditempatinya.

“Semua kelompok mampu menggerakkan ekonomi desa. Baik itu potensi wisata maupun teknologi pertanian mauoun produk umkm layak jual,” tandas Prof Ali Mursyid dalam pameran hasil KKN di Univet, Rabu (28/3/2018)

Produk yang dipamerkan merupakan produk unggulan yang digali dari potensi desa setempat diajarkan kepada masyarakat oleh mahasiswa KKN yang diterjunkan di 38 Desa meliputi empat kecamatan yaitu kecamatan Tawangmangu, kecamatan Jatiyoso di Kabupaten Karanganyar. Kecamatan Parang dan Kecamatan Lembeyan di Kabupaten Magetan.

Kepala Pusat KKN Univet Bantara Sukoharjo, Muhammad Husyain Rifai, mengatakan produk yang dipamerkan merupakan produk yang digali dan dikembangkan dari potensi warga setempat sehingga dapat memberi manfaat bagi warga masyarakat sesuai tema KKN yaitu bersama masyarakat memberi manfaat.

“Jenis produk didominasi produk kuliner ini dikarenakan dianggap mahasiswa paling mudah dikembangkan di desa tempat KKN. Ada juga produk teknologi tepat guna merupakan produk kolaborasi mahasiswa teknik dan mahasiswa pertanian seperti alat-alat pertanian maupun produk pupuk organik. Yang baru produk wisata, yakni menggugah semangat wisata karena potensi alamnya sangat mendukung,” ungkap Husyain.

Lebih lanjut, dijelaskan mahasiswa selesai KKN telah membagikan ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melibatkannya dalam pembuatan produk-produk unggulan dari proses pembuatan sampai dengan pemasaran. Sehingga setelah ditinggal mahasiswa KKN, masyarakat bisa mendiri memiliki usaha untuk dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Produk ini merupakan salah satu harapan dari kampus. Setelah semua laporan KKN dari mahasiswa terkumpul terkait potensi desa yang dapat menjadi produk atau potensi unggulan akan ditindaklanjuti dosen dalam ranah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang sama diadakan penyerahan penghargaan pembuatan video selama KKN kepada 15 kelompok mahasiswa KKN terbaik. (jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.