Prodia Bantu 3.000 Lebih Penelitian Baru Kebutuhan Riset

0
326

Dukung Pengembangan Ilmu Kedokteran dan Biomedik di Solo,  Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si. (kanan) dan Dekan FK UNS Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si.

LINTAS1.COM FOR ANDROID

LINTAS1, SOLO – Laboratorium Biomedik Prodia kembali menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS). Prodia telah menjalin kerja sama dengan FK UNS sejak tahun 2011.

Kerja sama yang dilakukan antara lain, penyediaan sarana informasi berupa literatur, serta fasilitas lainnya bagi mahasiswa, dokter, dosen di FK UNS; penyelenggaraan seminar dan kegiatan ilmiah lainnya; hingga kolaborasi riset untuk meningkatkan penelitian khususnya di bidang kedokteran dan ilmu biomedik.

Dalam hal ini, layanan dari Prodia merupakan pelengkap dari Lab. Biomedik FK UNS yang juga melayani pemeriksaan sampel penelitian, khususnya bidang biomedik dan imunologi.

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si. dan Dekan FK UNS Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si.di kampus setempat. Selasa (22/2/2018)

Prodia telah mendukung penelitian sejak tahun 1991 lalu. Hingga saat ini Prodia telah membantu lebih dari 3.000 penelitian dan mengerjakan hampir lebih dari 400 pemeriksaan baru untuk kebutuhan riset.

Prodia juga telah menjalin kerja sama dengan 31 universitas ternama di Indonesia yang terdiri dari 29 Fakultas Kedokteran, 1 Institusi Sains dan Teknologi, dan 1 Fakultas Farmasi. Seluruh kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan kegiatan pendidikan dan penelitian khususnya di bidang kedokteran biomedik di Indonesia.

Tidak hanya itu, Prodia juga telah menyediakan sumber informasi terkini mengenai perkembangan ilmu kedokteran dan laboratorium bagi dokter, peneliti, akademisi serta masyarakat umum melalui Forum Diagnosticum, Info Laboratorium, The Indonesian Biomedical Journal, seminar, diskusi ilmiah, hingga penyuluhan kesehatan.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”.Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 284 outlet, termasuk 137 laboratorium klinik di 33 provinsi dan 119 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’ s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). (ian)



Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.