Formulasi Jalan Tengah Bernegara

LINTAS1, SOLO – Konsep Islam rahmatan lil ‘alamin secara nyata telah terejawantahkan dalam paham ahlussunah wal jama’ah (aswaja) yang jelas mempunyai akar sejarah panjang dalam kelahirannya.

“Konsep ini mengedepankan nilai kedamaian, harmoni dan kasih sayang, serta menunjukkan sikap moderat dan toleran ketika berhadapan dengan arus peradaban umat yang berbeda aliran, paham, dan bahkan agama.” papar Drs. Mohamad Toha, S.Sos., M.Si. Anggota Komisi III DPR RI, dalam Orasi Ilmiahnya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta (STIES) dengan tema “Internalisasi Nilai Rahmatan Lil ‘alamin ke dalam Pancasila : Jalan Tengah Bernegara” di The Sunan Hotel Solo. Sabtu 7/10/2017)

Negara yang didasarkan pada Pancasila, lanjut M. Toha, nilai-nilai dalam Islam rahmatan lil ‘alamin menegaskan bahwa tauhid adalah sebagai prinsip sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dari perspektif setiap pemeluk agama.

Sementara, prinsip tasamuh mengajak kita untuk bersikap toleran dalam kehidupan antaragama.

“Pembumian Islam rahmatan lil ‘alamin dalam ketatanegaraan Indonesia memiliki hubungan yang kuat dengan implementasi Pancasila,” papar Toha.

Tentunya diperlukan usaha yang keras untuk mensintesis Islam rahmatan lil ‘alamin dan Negara untuk meniti jalan tengah guna memformulasikan kebijakan-kebijakan nasional yang agamis, yang dapat mensejahterakan rakyat, tukasnya.

Sidang Terbuka Senat STIE Surakarta, dengan agenda wisuda itu dipimpin langsung oleh Ketua STIE Surakarta Dr. Budi Istiyanto, M.M., M.H. ini, mewisuda Program Diploma III sebanyak 76 lulusan dan Program Sarjana sebanyak 20 lulusan. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.