Penuh Tantangan Bangun Rumah Bagi MBR

0
2178

LINTAS1, SOLO — Adanya inflasi, dan harga tanah yang tak terkendali, serta biaya perijinan pembangunan rumah serta pengembangan sarana prasarana berpengaruh pada pengadaan lahan untuk rumah subsidi bagi developer.

LINTAS1.COM FOR ANDROID

Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya menyebutkan dalam membangun rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) diperlukan peran lebih pemerintah bukan hanya dalam masalah pembiayaan semata. Namun harus menyediakan lahan tempat tinggal masyarakat MBR di sekitar tempat pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa diserahkan pada mekanisme pasar.

“Pemerintah harus memberikan peran lebih dalam mengatur kepemilikan lahan,” terang Bendahara REI Solo Raya, Maharani. Jumat (1/9/2017).

Meski demikian PT Dua Putra Bengawan, telah mampu melaksanakan akad kredit dengan perbankan untuk rumah subsidi, dari properti yang di bangunnya dibeberapa daerah.

“20 orang akad kredit di awal dari 40 orang calon pemilik Griya Alam Asri Boyolali, dilaksanakan Rabu (30/8/2017),” terang Maharani. Akad kredit pemilikan rumah dilaksanakannya secara bertahap, untuk mempercepat proses.

Sementara perumahan Griya Alam Asri yang dibangunnya tinggal 25 unit dari total 200 unit. Selain lokasinya yang nyaman infratruktur pendukung juga sudah memadai. Sehingga banyak diminati oleh konsumen. Karena ijin komplit dan sertifikat juga sudah jadi serta data SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit) lengkap.

“Sertifikat sudah jadi 195 unit jadi pembeli itu sudah aman dan tenang. Itu pencapaian penjualan selama 8 bulan. Target di bulan Desember habis total Griya Alam Asri Waduk Cengklik Boyolali,” tegasnya

Sedangkan, karena tingginya permintaan rumah lokasi sekitar Waduk Cengklik, untuk tahun depan akan mengembangkan Green Garden, dilokasi yang sama, namun lebih dekat dengan akses jalan propinsi.

Untuk lokasinya, sambung Maharani, dari waduk cengklik lurus ke barat. Kemudian dari Rumah Sakit Banyu Bening masih lurus hanya 150 m, rencana pengembangan Green Garden. Sedangkan dari perempatan belok kiri, bangunan perumahan paling ujung adalah lokasi Griya Alam Asri.

PT Dua Putra Bengawan masih konsisten mengembangkan rumah subsidi, dengan berencana mengembangkan lahannya yang ada di wilayah Grogol, Solo Baru. Meskipun dalam pengerjaan dan pengelolaan lahan, Griya Alam Asri Grogol Solo Baru ini sudah laku terjual di atas 60 persen.

“Untuk yang Griya Alam Asri Solo Baru Grogol, pendaftaran dan akad bulan Januari harga ikut tahun 2018 yakni 130 juta, dalam waktu 2 bulan terjual 60 unit,” imbuhnya.

Griya Alam Asri Solo Baru Grogol Sukoharjo, lokasinya tepatnya dari jembatan bacem, pertigaan pertama belok kiri, 10 meter kemudian langsung ke kiri, hingga mentog perkampungan, lokasi didekat kelurahan Kadokan Grogol.

Realisasi kepemilikan rumah bagi MBR masih dihadapkan sejumlah tantangan, kendati program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan hampir setahun.

Per 15 Oktober 2016 lalu realisasi pembangunan perumahan nasional baru mencapai 415 ribu unit rumah atau hanya 41,5 persen dari target akhir tahun yang ditetapkan pemerintah.

Bayu Rama Djati, Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Jawa Tengah, mengatakan ada beberapa tantangan dalam membangun rumah MBR khususnya di Jawa Tengah. (ian)



Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.